cinta
dalam hati
suatu
hari nanti..aku ingin menjadi kupu-kupu
yang
sangat indah yang dapat terbang menelusuri jejakmu..
Menatap
wajah manismu setiap harinya..
Atau
bila tidak,menjadi roh yang kerap memperhatikanmu,menjagamu..dan selalu ada
untukmu..
semua
itu tak mencurigakan..
Jika
aku kupu-kupu mungkin kau hanya melewatiku saja..apa lagi jika roh yang tak
kasat mata.
Aku
ingin seperti itu menjalani sisa hari-hariku yang tak berguna ini hanya untuk
melihatmu..sering aku berpikir andai aku roh, ingin kurasuki pacarmu agar ku
bisa melewati hari bersamamu,merasakan cintamu..dan tulus kasih sayangmu
aku
pandai menjadi imaginer.Namun tak mampu membuatnya menjadi nyata.tak tahu
diri,tak pernah memandang cermin,dan menyadari bahwa aku bukan siapa-siapa.maaf
telah mengusik hari mu oleh kehadiranku..
Ya
inilah aku..inilah diriku..dan ini ceritaku..
::::::
moment waktu smp sepertinya menjadi moment
yang amat indah,menarik,dan membahagiakan..saat itu tepatnya kau masih duduk
dibangku itu,bangku dua langkah didepanku
tak
apa keadaan memaksaku hanya bisa''mengintip''mu dari jauh,curi pandang atau
sewajarnya yang kulakukan,agar tak menimbulkan rasa curigamu.aku takut bila
suatu hari kau tahu tentang perasaan bodohku ini,
karena
aku tahu jelas kau tak menyukaiku.itu prinsipku, untuk jangan sampai membuat
seseorang tahu kalau kita menyukainya,sudah pasti semua orang tahu kenapa hal
itu jika kita lakukan..
Pernah aku terlalu berharap padamu,kau
menebar senyum hangat berlesung dipipi yang membuat hatiku mendayu-dayu,melakukan
sesuatu yang menurutku sangat momentum,dan sangat'berharga' meski tidak
untukmu.
lucunya
aku selalu bilang dalam hati kecil ini'dia memiliki perasaan sedikit
padamu,minimal secuil saja'
sebenarnya
ini bukan inginku.
Tapi
bagaimana dia sendiri yang memberi harapan begitu besar sampai-sampai aku tak
sadar diriku telah naif dibuatnya.
Kami tak pernah bercakap,sapaan,teguran
atau apapun pada hal sekecil apapun.Bukannya tidak mau aku hanya tak ingin
menimpuk harapan sekecil apapun karena bagiku akhirnya ya..seperti biasa..nyeri
di dada,tak luka tapi entah kenapa nyeri.Apalagi jika melihatnya dengan
pacarnya Linda.
aku
selalu merasa terpojokkan selalu tak ada yang menarik dariku bila dibandingkan
dengannya,tak ada..
Dia
memang sering aneh,dia selalu mulai berbicara dulu,dan kadang cari perhatian
padaku,aku tak berkata ngaco,atau omong kosong.itu kulihat dengan mata batinku
sendiri.itu yang kurasakan..itu pula yang kadang membuatku menyampingkan
pikiran negatif itu dan menukarnya dengan sedikit pengharapan.
Semua
terasa berbeda saat menginjak bangku SMA dia pindah..
dia
pergi..
dia
hilang..
Entah
bagaimana keadaannya ,dan bagaimana lagi aku bisa'meneroponginya'
selalu
kucari akun facebooknya,bahkan twitter namun tak ada hasil.yang ada hanya
marvel
D'Rockz , jojii marveloo , marvel tanady
tak
ada marvelino priwanata,nama yang langka':mungkin dia memakai nickname lain
yang tak kuketahui
sejauh
apapun aku berusaha aku takkan bertemunya lagi,pikirku.
hingga
suatu hari,aku baru keluar dari toko tekstil.dia lewat didepanku,dipelupuk
mataku yang hampir berkaca-kaca ini,
aku
senang sekali sampai-sampai jika bisa meledak hati ini akan meledak,jika bisa
memeluk akan kupeluk dia erat.dia''tersenyum''
senyumannya
yang dulu kucicipi kembali,tapi sudahlah aku palingkan wajahku.mengingat sudah
tak mungkin harapan itu muncul.
tapi
aku rindu wajah itu,kembali aku memalingkan wajahku,kulihat yang tinggal hanya
bayangnya..
Setahun berlalu,sekarang aku sudah mulai
dewasa,bisa mengontrol emosi jiwaku,aku mulai memahami cintaku padanya hanya
sebatas angan-angan.aku mulai melupakannya.
'brand
new day'menurutku jauh lebih baik.
semula
yang kulalui berat tanpanya.kini berangsur-angsur hilang dari memoriku.
Meski
masih sisanya kenangan-kenangan kecil yang cukup permanen.bagiku suatu moment
bersama dia selalu kurekam,dan kudalami artinya.sehingga bagiku yang menurut
orang biasa dihatiku tetap luar biasa.makanya aku bilang banyak moment meski
tak terbilang''keren''
itu
pun masuk sebagai daftar kenanganku bersamanya.
hari
itu undangan pernikahan pamanku.percisnya saat itu dia pun diundang,tak
benar-benar tahu apa relasi antara paman dengan keluarganya.
Benar-benar
sebuah 'penyesalan' untuk melihat paras eloknya lagi.
Sebaik-baiknya
aku coba sembunyi dan memalingkan wajah,pura-pura tak melihatnya.bagaimanapun
itu,dia tetap memandangiku.Aku juga terpaku melihat dia,mataku menatapnya
seakan menyiratkan 'aku ingin memanggilmu hai marvel!,atau setidaknya senyum
hingga gigi-gigi ini tak pegal kubuat.kupaksa untuk tetap diam,dan acuh padanya
hari
ini sikapnya agak dingin,
''ahh
lebih baik begitu'
::::::::
lonceng
sekolah memanggilku untuk pulang.Hari ini hujan ,jalanan becek dan
licin,kulihat aspal kilat itu,dibasahi deru hujan yang indah.
Mataku
tertuju pada beberapa sosok manusia berkoloni di sana.
Entah
apa yang mereka lakukan,jelas terjangkit rasa penasaran.
''ia
tadi dia mau arah kesini,jadi saya kesini......'',
ya
cepat panggil ambulans'',
''hubungi
anggota keluarganya...''
Suara-suara
itu samar-samar di telingaku.
Ah..Bukan
urusanku,lagipula aku takut pada hal-hal berbau darah.mau film horor atau
pembunuhan semua menjadi momok bagi hidupku.tapi kenapa rasanya tidak tega
untuk meninggalkan tempat ini?
Apa
yang terjadi padaku,dadaku sesak,baunya tak asing,meski tak tercium
kucoba
berbalik arah menuju kerumunan tadi.
astaga!aku
tak percaya semua ini!!
Lelaki
yang terbaring tak berdaya ,berlumur darah, tak sadar diri!marvel!!!!????
terpaku
terlalu lama tak ada artinya,lebih baik kubawa pria malang ini ke RS terdekat.
:::::::
kepalanya
di perban,bibirnya kering retak-retak,Wajahnya pucat pasi,masker oksigen
membungkus bawahan hidung dan mulutnya
dia
belum bangun namun aku sudah mengantisipasi hal itu.dia tak boleh melihatku
aku
takut dia jijik melihatku,atau bertambah parah karenaku.
Setelah
dia setengah sadar,dan perlahan-lahan membuka kelopak matanya.
Aku
secepat mungkin angkat kaki dari ruang ICU tempatnya terbaring,namun sayangnya
aku lupa membawa tas ku.aduh..bisa-bisanya aku melupakan hal yang sangat
penting tersebut.
tapi
aH..mana mungkin dia tahu itu tasku.
aku
tak dapat pulang tanpa tasku.karena handphone dan buku-bukuku tertinggal
disana.
Mungkin
aku mesti menunggu timing yang tepat buat melakukan semua itu.
dia
keluar dari kamar rawatnya sambil memapah infus kemana-mana.
Serta
membawa tasku
wajahnya
heran,aku panik bukan main..
Terpaksa
aku berlari menuju taksi dan langsung berlalu pulang..
:::::::
2
hari sudah aku mengurungkan niat untuk membesuknya.keinginan ini bukan main
hebatnya mengandrungi setiap malamku.tak bisa tidur lelap
Lebih
baik aku melakukan apa yang sebaiknya kulakukan.
Maka
esok juga aku ke RS
disana
aku mengintip kamarnya dari pintu itu.
kulihat
ibunya,linda,dan ayahnya sedang berada disetiap sisi ranjangnya.
Hummh..linda
nya sudah ada.lega rasanya.
Apa
aku terlalu memaksa diri begini?pura-pura tersenyum bangga menyaksikan pria itu
dengan wanita lain?aku tak serius untuk mencemburui ini semua.tak bisa
dibandingkan dengan kesembuhan marvel.
setengah
jam berlalu kuperhatikan kembali lobang di pintu itu.
Tas
ku masih disana didekat sofa.
Namun
orang yang tersisa cuma marvel,ia bengong dan melihat kesana kesini perlahan.
aku
agak heran tiba-tiba saja matanya terpaku pada tasku yang bermotif teddy bear.
Dia
bangkit perlahan dari ranjangnya.dan meraih tasku,wah..gawat!
pasti
dia akan menemukan foto-foto dan identitas lain yang menunjukkan
pemiliknya,aku.
dia
menyabet resletingku yang mengantungkan souvenir dari kuta beach.dia termenung
sebentar.
kemudian
dia meletakkan kembali ketempatnya di sofa.
Salah
satu hal teraneh yang pernah kulihat dalam hidupku,mungkin.
namun
mengapa dia tidak mencari tahu isi tas itu?tidak pentingkah baginya'?
Bahkan
untuk tasku saja tidak menarik perasaannya.apalagi denganku..
Entah
apa yang kau lihat dari seorang wanita,
linda?cantik,kulit
kinclong,kaya.
Oh
mungkin semua cuman itu jawaban yang paling pas buat menjawab pertanyaan
bodohku.
tiba-tiba
dia menuju pintu dimana aku berpijak.
Aku
lari ke tiang bangunan rumah sakit itu dengan harapan tak terlihat olehnya.
Dia
pergi entah kemana..aku tak peduli lagi..perasaanku selalu disia-siakannya,aku
tahu meski kata'suka' ini tak pernah terlontar dariku,tapi,meskipun
kukira
aku bisa langsung tau ketika pria menyukaiku.
Secepat
kilat kubawa tasku pulang...
::::::
esoknya
aku balik ke rumah sakit,kali ini marvel tidak ada di ruangannya.
Tiba-tiba
terdengar suara dari belakangku
''hei,kenapa
disitu?''
mataku
terbelalak,dan meyakinkan diriku bahwa suara tadi bukan dari bibir marvel.
Dia
berdiri dengan posisi menyandar dekat dinding,salah satu kakinya ditekukkan
kebelakang,tangannya dilipat dari sisi kanan dan kiri,sambil tetap mengenakan
pijama seperti biasa.kira-kira gambaran itu yang terlintas diotakku ketika
melihatnya berdiri disitu.
''tidak,cuman
tadi aku kirain ini kamar rawat bibiku,hehe''jawabku sengaja memutarbalikkan
fakta
''oh
ya?kebetulan banget ya?uda lama gak ketemu..gimana kabarnya?''
''baik-baik
aja..kamu kog bisa disini?''.tanyaku pura-pura tidak tahu
''iya,kemarin
aku nabrak mobil,terus dirawat disini''
''oh..gitu.oke
deh aku balik duluan ya''
sengaja
aku mempersingkat waktuku,dan buru-buru pergi.padahal ini moment yang paling
tabu dalam hidupku.bisa berbicara langsung dengannya ,dengan gampang.tiba-tiba
sHaaappp
dia
menarik tanganku.kaget aku bukan main
''tas
mu,mirip dengan tas kemarin yang tertinggal disini''
astaga!!dia
tahu!Aku gagap dan mulai memikirkan kata-kata yang pas dan tak membuat
curiganya.
''ah..tas
ginian diluar juga banyak,uda pasaran,hehe''tawaku jaim lagi
''sulit
dibedakan..tapi,gantungan itu.gak ada kan tas yang sama dengan gantungannya
sekaligus ??.sudahlah aku tau kamu kemarin yang memapahku ke rumah sakit ini
kan?''
''da...dari
mana kamu tau?!?''
''susternya
juga bilang ciri-ciri yang sama percis dengan kamu''
astagaaa
aku lupa mengganti tasku tadi.
Bagaimanapun
aku menutupinya pasti akan ketahuan juga.
''aku
pergi dulu,aku ada urusan''
''tunggu!,makasih
banyak ya buat pertolonganmu''
''ya..sama-sama''
''besok
kamu bisa datang lagi kan?''
suaranya
menjauh saat aku sudah melangkahkan beberapa kaki.jadi kurang mendengar
ucapannya barusan.hanya suara datang lagi kan?''
aneh
kalau benar dia bilang begitu.ah..tak mungkin..
:::::::::
hari
berikutnya aku datang walaupun tidak disuruh ,toh aku akan datang lagi dan lagi
sampai kesembuhannya tiba.hari ini dia pulang,kulihat dia lagi-lagi bersama
tiga orang itu Ayah,ibu,dan linda.
Mereka
keluar aku menatap mereka dari jauh,senangnya bila aku si 'linda' itu.
Hemmh..polosnya
kata-kata yang terlontar dari mulutku.
::::::::
pagi
buta ada sebuah mobil mewah berhenti di depan rumahku,karena takut telat
sekolah,tak kuhiraukan mobil itu.saat tengah berjalan,muncul sesosok pria
memanggilku dengan nada akrab
''ratna''
aku
berbalik kebelakang,
marvel?angin
apa yang membawanya kesini.
''sini
masuk''
''ah..enggak''
''uda,masuk
aja,yuk!''
kapan
lagi kesempatan ini datang ke kamu ratna?Aku tanpa pikir panjang mengiyakannya.
Dan
masuk ke mobil mewah itu.tak pernah ingin membayangkan berada disamping
marvel..
''engg..gimana
sekolahmu?''tanyanya sembari menghidupkan suasana ,sebab dari tadi kami hanya
menutup mulut rapat-rapat
''biasa
aja,gak ada yang menarik''jawabku sambil berangan-angan mengatakan tanpa
kehadiranmu yang membuatnya menjadi lebih menarik.
''oh...by
the way,kamu uda punya cowok?''
ya
ampun pertanyaan barusan kontan membuatku shock,
''kenapa
tiba-tiba kamu nanya gitu?''
''kalo
aku bilang gini,kamu mau jadi pacarku.?kedengarannya aneh ngak sih?haha''
sudah
shock oleh pertanyaan tadi,dia mulai tambah'gila' dengan pernyataan atau
pertanyaan atau apalah itu barusan.aku bisa-bisa pingsan ditempat.kucoba untuk
menahan hasrat untuk bilang satu kata yang inginku ucapkan dari dulu dan
dulu..namun selalu terhalang oleh ketidakpercayaan diriku''aku mencintaimu''
ah!aku
tak berani,barangkali dia hanya bergurau, bercanda,dia tak serius
mengatakannya.dia mabuk.
''ehh
udah sampai,berhenti disini aja''
''gak
masalah,udah aku anterin sampai ke gerbang''
''uda
turun disini aja!''nadaku naik tujuh oktaf,sehingga dia sendiri terkejut.
Maaf..marvel..
Maafkan
aku..
Wajahku
memerah membuat semua emosi ku naik ke ubun-ubun.
Aku
jadi tak konsentrasi belajar,selama pelajaran apa yang diterangkan oleh bu
ichsan hanya menjadi angin yang berlalu.
Aku
terus memikirkannya.
marvel
kemudian mengirim pesan padaku,dan berniat menjemputku nanti,namun tatkala
waktu sudah lewat ia belum juga tiba..
padahal
jarak sekolahku dengannya hanya beberapa kaki.
Aku
bingung sendirian disini,disekolahku dan merasa jenuh yang hebat,dalam hatiku
bergejolak,mengapa aku tidak menerimanya saja? aku bodoh sekali,toh dari dulu
aku menantikan kata-kata itu.meskipun ia tidak bilang menyukaiku,hanya
memintaku menjadi pacarnya,apa secara tidak langsung marvel menyatakannya??
Tanda
tanya di relung hati ini kian menjejali diriku,entah kenapa hatiku terus
menyapaku untuk menyambut niat baik marvel..
Aku
rasa inilah saatnya..
Saat-saat
penantianku selama bertahun-an...
Apa
ini semua jawaban yang pasti dan tak sia-sia untukku??
::::::::
aku
mengurungkan niat untuk menunggunya,karena sudah tak sabaran,hatiku berlomba-lomba
untuk segera mewujudkan mimpiku..
rasanya
aku melayang layang di langit biru dengan kepakan sayap yang indah..kini
nampaknya aku tak perlu menjadi kupu-kupu lagi ataupun roh..ya..aku hanya akan
menjadi Ratna yang berada disamping marvel.begitu dengan PD nya aku berangan.
::::::::
''Sekolah
anak konglomerat''.begitu yang terlintas di benakku,menatap bangunan yang
besarnya 5 kali lipat dari sekolahku.Aku pun tak mengerti kenapa marvel pernah
menyicip sekolah kami,kendati ia bisa mendapat yang lebih baik seperti sekolah
ini.Apa ini Jodoh?aku mulai berangan kembali...
Begitu masuk aku memang melihat sejumlah
siswa yang menatapku penuh benci.Entahlah mengapa orang kaya selalu mempunyai
cara tatap sendiri pada orang macamku.
Di ujung koridor itu kulihat sebagian
rambut Marvel menonjol,aku langsung mengenalinya.
''eh,vel
masih sama Linda sekarang?''tanya salah seorang teman pria nya.
''Entah..gak
tahu pasti,aku udah bosan''.nadanya sedikit tidak nyaman.
''jadi
jomblo nih ceritanya?''
''ya
gitu lah..tapi lagi nembak cewek lagi sekarang.itung-itungkan balas budi''
''hah?balas
budi?si..siapa?''
''itu
loh Ratna namanya,anak SMA Kartanegara.Hari pas aku kecelakaan dia yang
nolongin kalau dia ngak ada mungkin aku udah tinggal nama.hahaha''
''Jadi
gitu ceritanya,kukira kamu kok mau sama cewek kayak dia''
''Ya
enggak la.''
Aku
terduduk kaku dipinggiran koridor,semua firasatku benar,tapi semua anganku
dusta.Aku bodoh,bodoh!kenapa sampai berpikir dia tulus menyukaiku,aku bahkan
tidak berpikir sampai kepada Linda.Linda?bagaimana mungkin marvel menembakku
disaat dia masih bersama Linda?
Benar
sekali bahwa Marvel mempermainkanku.
''Ok,guys
aku mau jemput si Ratna dulu ya''
Menyadari
itu semua aku berlari tanpa henti,air mataku mulai berjatuhan.Aku merasa
tertipu...aku merasa bodoh untuk pernah mengharapnya menjadi milikku,menyangka
ia pernah punya perasaan padaku..dan penyesalan ini takkan pernah terhapus
sampai kapanpun...
Ketika
sampai di gerbang ternyata aku tak berhasil menghilang ia melihatku
''Ratna,kamu?kamu
kok datang kesini?aku kan bilang mau jemput tadi?''tanyanya risau.
Aku
terus berlari tanpa menghiraukannya..
Aku
begitu malu pada diriku sendiri,bagaimana bisa pria yang selama bertahun-tahun
aku nanti,ternyata bukan pria yang pantas dicintai..
Aku
tak mengharap balasan budi darinya,aku hanya ingin ia mencintaiku secara
tulus...
Terimakasih
atas segalanya marvel...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar