Jumat, 26 Oktober 2012

CERPEN: From the Bottom of My heart


cinta dalam hati

suatu hari nanti..aku ingin menjadi kupu-kupu
yang sangat indah yang dapat terbang menelusuri jejakmu..
Menatap wajah manismu setiap harinya..
Atau bila tidak,menjadi roh yang kerap memperhatikanmu,menjagamu..dan selalu ada untukmu..
semua itu tak mencurigakan..
Jika aku kupu-kupu mungkin kau hanya melewatiku saja..apa lagi jika roh yang tak kasat mata.
Aku ingin seperti itu menjalani sisa hari-hariku yang tak berguna ini hanya untuk melihatmu..sering aku berpikir andai aku roh, ingin kurasuki pacarmu agar ku bisa melewati hari bersamamu,merasakan cintamu..dan tulus kasih sayangmu
aku pandai menjadi imaginer.Namun tak mampu membuatnya menjadi nyata.tak tahu diri,tak pernah memandang cermin,dan menyadari bahwa aku bukan siapa-siapa.maaf telah mengusik hari mu oleh kehadiranku..
Ya inilah aku..inilah diriku..dan ini ceritaku..

::::::
   moment waktu smp sepertinya menjadi moment yang amat indah,menarik,dan membahagiakan..saat itu tepatnya kau masih duduk dibangku itu,bangku dua langkah didepanku
tak apa keadaan memaksaku hanya bisa''mengintip''mu dari jauh,curi pandang atau sewajarnya yang kulakukan,agar tak menimbulkan rasa curigamu.aku takut bila suatu hari kau tahu tentang perasaan bodohku ini,
karena aku tahu jelas kau tak menyukaiku.itu prinsipku, untuk jangan sampai membuat seseorang tahu kalau kita menyukainya,sudah pasti semua orang tahu kenapa hal itu jika kita lakukan..
     Pernah aku terlalu berharap padamu,kau menebar senyum hangat berlesung dipipi yang membuat hatiku mendayu-dayu,melakukan sesuatu yang menurutku sangat momentum,dan sangat'berharga' meski tidak untukmu.
lucunya aku selalu bilang dalam hati kecil ini'dia memiliki perasaan sedikit padamu,minimal secuil saja'
sebenarnya ini bukan inginku.
Tapi bagaimana dia sendiri yang memberi harapan begitu besar sampai-sampai aku tak sadar diriku telah naif dibuatnya.
      Kami tak pernah bercakap,sapaan,teguran atau apapun pada hal sekecil apapun.Bukannya tidak mau aku hanya tak ingin menimpuk harapan sekecil apapun karena bagiku akhirnya ya..seperti biasa..nyeri di dada,tak luka tapi entah kenapa nyeri.Apalagi jika melihatnya dengan pacarnya Linda.
aku selalu merasa terpojokkan selalu tak ada yang menarik dariku bila dibandingkan dengannya,tak ada..
Dia memang sering aneh,dia selalu mulai berbicara dulu,dan kadang cari perhatian padaku,aku tak berkata ngaco,atau omong kosong.itu kulihat dengan mata batinku sendiri.itu yang kurasakan..itu pula yang kadang membuatku menyampingkan pikiran negatif itu dan menukarnya dengan sedikit pengharapan.

Semua terasa berbeda saat menginjak bangku SMA dia pindah..
dia pergi..
dia hilang..
Entah bagaimana keadaannya ,dan bagaimana lagi aku bisa'meneroponginya'
selalu kucari akun facebooknya,bahkan twitter namun tak ada hasil.yang ada hanya
marvel D'Rockz , jojii marveloo , marvel tanady
tak ada marvelino priwanata,nama yang langka':mungkin dia memakai nickname lain yang tak kuketahui
sejauh apapun aku berusaha aku takkan bertemunya lagi,pikirku.
hingga suatu hari,aku baru keluar dari toko tekstil.dia lewat didepanku,dipelupuk mataku yang hampir berkaca-kaca ini,
aku senang sekali sampai-sampai jika bisa meledak hati ini akan meledak,jika bisa memeluk akan kupeluk dia erat.dia''tersenyum''
senyumannya yang dulu kucicipi kembali,tapi sudahlah aku palingkan wajahku.mengingat sudah tak mungkin harapan itu muncul.
tapi aku rindu wajah itu,kembali aku memalingkan wajahku,kulihat yang tinggal hanya bayangnya..

   Setahun berlalu,sekarang aku sudah mulai dewasa,bisa mengontrol emosi jiwaku,aku mulai memahami cintaku padanya hanya sebatas angan-angan.aku mulai melupakannya.
'brand new day'menurutku jauh lebih baik.
semula yang kulalui berat tanpanya.kini berangsur-angsur hilang dari memoriku.
Meski masih sisanya kenangan-kenangan kecil yang cukup permanen.bagiku suatu moment bersama dia selalu kurekam,dan kudalami artinya.sehingga bagiku yang menurut orang biasa dihatiku tetap luar biasa.makanya aku bilang banyak moment meski tak terbilang''keren''
itu pun masuk sebagai daftar kenanganku bersamanya.
hari itu undangan pernikahan pamanku.percisnya saat itu dia pun diundang,tak benar-benar tahu apa relasi antara paman dengan keluarganya.
Benar-benar sebuah 'penyesalan' untuk melihat paras eloknya lagi.
Sebaik-baiknya aku coba sembunyi dan memalingkan wajah,pura-pura tak melihatnya.bagaimanapun itu,dia tetap memandangiku.Aku juga terpaku melihat dia,mataku menatapnya seakan menyiratkan 'aku ingin memanggilmu hai marvel!,atau setidaknya senyum hingga gigi-gigi ini tak pegal kubuat.kupaksa untuk tetap diam,dan acuh padanya
hari ini sikapnya agak dingin,
''ahh lebih baik begitu'


::::::::
lonceng sekolah memanggilku untuk pulang.Hari ini hujan ,jalanan becek dan licin,kulihat aspal kilat itu,dibasahi deru hujan yang indah.
Mataku tertuju pada beberapa sosok manusia berkoloni di sana.
Entah apa yang mereka lakukan,jelas terjangkit rasa penasaran.
''ia tadi dia mau arah kesini,jadi saya kesini......'',
ya cepat panggil ambulans'',
''hubungi anggota keluarganya...''

Suara-suara itu samar-samar di telingaku.
Ah..Bukan urusanku,lagipula aku takut pada hal-hal berbau darah.mau film horor atau pembunuhan semua menjadi momok bagi hidupku.tapi kenapa rasanya tidak tega untuk meninggalkan tempat ini?
Apa yang terjadi padaku,dadaku sesak,baunya tak asing,meski tak tercium
kucoba berbalik arah menuju kerumunan tadi.
astaga!aku tak percaya semua ini!!
Lelaki yang terbaring tak berdaya ,berlumur darah, tak sadar diri!marvel!!!!????
terpaku terlalu lama tak ada artinya,lebih baik kubawa pria malang ini ke RS terdekat.


:::::::
kepalanya di perban,bibirnya kering retak-retak,Wajahnya pucat pasi,masker oksigen membungkus bawahan hidung dan mulutnya
dia belum bangun namun aku sudah mengantisipasi hal itu.dia tak boleh melihatku
aku takut dia jijik melihatku,atau bertambah parah karenaku.
Setelah dia setengah sadar,dan perlahan-lahan membuka kelopak matanya.
Aku secepat mungkin angkat kaki dari ruang ICU tempatnya terbaring,namun sayangnya aku lupa membawa tas ku.aduh..bisa-bisanya aku melupakan hal yang sangat penting tersebut.
tapi aH..mana mungkin dia tahu itu tasku.
aku tak dapat pulang tanpa tasku.karena handphone dan buku-bukuku tertinggal disana.
Mungkin aku mesti menunggu timing yang tepat buat melakukan semua itu.

dia keluar dari kamar rawatnya sambil memapah infus kemana-mana.
Serta membawa tasku
wajahnya heran,aku panik bukan main..
Terpaksa aku berlari menuju taksi dan langsung berlalu pulang..

:::::::
2 hari sudah aku mengurungkan niat untuk membesuknya.keinginan ini bukan main hebatnya mengandrungi setiap malamku.tak bisa tidur lelap
Lebih baik aku melakukan apa yang sebaiknya kulakukan.
Maka esok juga aku ke RS
disana aku mengintip kamarnya dari pintu itu.
kulihat ibunya,linda,dan ayahnya sedang berada disetiap sisi ranjangnya.
Hummh..linda nya sudah ada.lega rasanya.
Apa aku terlalu memaksa diri begini?pura-pura tersenyum bangga menyaksikan pria itu dengan wanita lain?aku tak serius untuk mencemburui ini semua.tak bisa dibandingkan dengan kesembuhan marvel.
setengah jam berlalu kuperhatikan kembali lobang di pintu itu.
Tas ku masih disana didekat sofa.
Namun orang yang tersisa cuma marvel,ia bengong dan melihat kesana kesini perlahan.
aku agak heran tiba-tiba saja matanya terpaku pada tasku yang bermotif teddy bear.
Dia bangkit perlahan dari ranjangnya.dan meraih tasku,wah..gawat!
pasti dia akan menemukan foto-foto dan identitas lain yang menunjukkan pemiliknya,aku.
dia menyabet resletingku yang mengantungkan souvenir dari kuta beach.dia termenung sebentar.
kemudian dia meletakkan kembali ketempatnya di sofa.
Salah satu hal teraneh yang pernah kulihat dalam hidupku,mungkin.
namun mengapa dia tidak mencari tahu isi tas itu?tidak pentingkah baginya'?
Bahkan untuk tasku saja tidak menarik perasaannya.apalagi denganku..
Entah apa yang kau lihat dari seorang wanita,
linda?cantik,kulit kinclong,kaya.
Oh mungkin semua cuman itu jawaban yang paling pas buat menjawab pertanyaan bodohku.
tiba-tiba dia menuju pintu dimana aku berpijak.
Aku lari ke tiang bangunan rumah sakit itu dengan harapan tak terlihat olehnya.
Dia pergi entah kemana..aku tak peduli lagi..perasaanku selalu disia-siakannya,aku tahu meski kata'suka' ini tak pernah terlontar dariku,tapi,meskipun
kukira aku bisa langsung tau ketika pria menyukaiku.
Secepat kilat kubawa tasku pulang...

::::::
esoknya aku balik ke rumah sakit,kali ini marvel tidak ada di ruangannya.
Tiba-tiba terdengar suara dari belakangku
''hei,kenapa disitu?''

mataku terbelalak,dan meyakinkan diriku bahwa suara tadi bukan dari bibir marvel.
Dia berdiri dengan posisi menyandar dekat dinding,salah satu kakinya ditekukkan kebelakang,tangannya dilipat dari sisi kanan dan kiri,sambil tetap mengenakan pijama seperti biasa.kira-kira gambaran itu yang terlintas diotakku ketika melihatnya berdiri disitu.

''tidak,cuman tadi aku kirain ini kamar rawat bibiku,hehe''jawabku sengaja memutarbalikkan fakta

''oh ya?kebetulan banget ya?uda lama gak ketemu..gimana kabarnya?''

''baik-baik aja..kamu kog bisa disini?''.tanyaku pura-pura tidak tahu

''iya,kemarin aku nabrak mobil,terus dirawat disini''

''oh..gitu.oke deh aku balik duluan ya''

sengaja aku mempersingkat waktuku,dan buru-buru pergi.padahal ini moment yang paling tabu dalam hidupku.bisa berbicara langsung dengannya ,dengan gampang.tiba-tiba sHaaappp
dia menarik tanganku.kaget aku bukan main

''tas mu,mirip dengan tas kemarin yang tertinggal disini''

astaga!!dia tahu!Aku gagap dan mulai memikirkan kata-kata yang pas dan tak membuat curiganya.
''ah..tas ginian diluar juga banyak,uda pasaran,hehe''tawaku jaim lagi

''sulit dibedakan..tapi,gantungan itu.gak ada kan tas yang sama dengan gantungannya sekaligus ??.sudahlah aku tau kamu kemarin yang memapahku ke rumah sakit ini kan?''

''da...dari mana kamu tau?!?''

''susternya juga bilang ciri-ciri yang sama percis dengan kamu''

astagaaa aku lupa mengganti tasku tadi.
Bagaimanapun aku menutupinya pasti akan ketahuan juga.

''aku pergi dulu,aku ada urusan''

''tunggu!,makasih banyak ya buat pertolonganmu''

''ya..sama-sama''

''besok kamu bisa datang lagi kan?''

suaranya menjauh saat aku sudah melangkahkan beberapa kaki.jadi kurang mendengar ucapannya barusan.hanya suara datang lagi kan?''
aneh kalau benar dia bilang begitu.ah..tak mungkin..

:::::::::
hari berikutnya aku datang walaupun tidak disuruh ,toh aku akan datang lagi dan lagi sampai kesembuhannya tiba.hari ini dia pulang,kulihat dia lagi-lagi bersama tiga orang itu Ayah,ibu,dan linda.
Mereka keluar aku menatap mereka dari jauh,senangnya bila aku si 'linda' itu.
Hemmh..polosnya kata-kata yang terlontar dari mulutku.


::::::::
pagi buta ada sebuah mobil mewah berhenti di depan rumahku,karena takut telat sekolah,tak kuhiraukan mobil itu.saat tengah berjalan,muncul sesosok pria memanggilku dengan nada akrab
''ratna''

aku berbalik kebelakang,
marvel?angin apa yang membawanya kesini.
''sini masuk''

''ah..enggak''

''uda,masuk aja,yuk!''

kapan lagi kesempatan ini datang ke kamu ratna?Aku tanpa pikir panjang mengiyakannya.
Dan masuk ke mobil mewah itu.tak pernah ingin membayangkan berada disamping marvel..

''engg..gimana sekolahmu?''tanyanya sembari menghidupkan suasana ,sebab dari tadi kami hanya menutup mulut rapat-rapat

''biasa aja,gak ada yang menarik''jawabku sambil berangan-angan mengatakan tanpa kehadiranmu yang membuatnya menjadi lebih menarik.

''oh...by the way,kamu uda punya cowok?''

ya ampun pertanyaan barusan kontan membuatku shock,

''kenapa tiba-tiba kamu nanya gitu?''

''kalo aku bilang gini,kamu mau jadi pacarku.?kedengarannya aneh ngak sih?haha''

sudah shock oleh pertanyaan tadi,dia mulai tambah'gila' dengan pernyataan atau pertanyaan atau apalah itu barusan.aku bisa-bisa pingsan ditempat.kucoba untuk menahan hasrat untuk bilang satu kata yang inginku ucapkan dari dulu dan dulu..namun selalu terhalang oleh ketidakpercayaan diriku''aku mencintaimu''
ah!aku tak berani,barangkali dia hanya bergurau, bercanda,dia tak serius mengatakannya.dia mabuk.

''ehh udah sampai,berhenti disini aja''

''gak masalah,udah aku anterin sampai ke gerbang''

''uda turun disini aja!''nadaku naik tujuh oktaf,sehingga dia sendiri terkejut.


Maaf..marvel..
Maafkan aku..

Wajahku memerah membuat semua emosi ku naik ke ubun-ubun.
Aku jadi tak konsentrasi belajar,selama pelajaran apa yang diterangkan oleh bu ichsan hanya menjadi angin yang berlalu.
Aku terus memikirkannya.
marvel kemudian mengirim pesan padaku,dan berniat menjemputku nanti,namun tatkala waktu sudah lewat ia belum juga tiba..
padahal jarak sekolahku dengannya hanya beberapa kaki.
Aku bingung sendirian disini,disekolahku dan merasa jenuh yang hebat,dalam hatiku bergejolak,mengapa aku tidak menerimanya saja? aku bodoh sekali,toh dari dulu aku menantikan kata-kata itu.meskipun ia tidak bilang menyukaiku,hanya memintaku menjadi pacarnya,apa secara tidak langsung marvel menyatakannya??
Tanda tanya di relung hati ini kian menjejali diriku,entah kenapa hatiku terus menyapaku untuk menyambut niat baik marvel..
Aku rasa inilah saatnya..
Saat-saat penantianku selama bertahun-an...
Apa ini semua jawaban yang pasti dan tak sia-sia untukku??

::::::::
aku mengurungkan niat untuk menunggunya,karena sudah tak sabaran,hatiku berlomba-lomba untuk segera mewujudkan mimpiku..
rasanya aku melayang layang di langit biru dengan kepakan sayap yang indah..kini nampaknya aku tak perlu menjadi kupu-kupu lagi ataupun roh..ya..aku hanya akan menjadi Ratna yang berada disamping marvel.begitu dengan PD nya aku berangan.

::::::::

''Sekolah anak konglomerat''.begitu yang terlintas di benakku,menatap bangunan yang besarnya 5 kali lipat dari sekolahku.Aku pun tak mengerti kenapa marvel pernah menyicip sekolah kami,kendati ia bisa mendapat yang lebih baik seperti sekolah ini.Apa ini Jodoh?aku mulai berangan kembali...
     Begitu masuk aku memang melihat sejumlah siswa yang menatapku penuh benci.Entahlah mengapa orang kaya selalu mempunyai cara tatap sendiri pada orang macamku.
     Di ujung koridor itu kulihat sebagian rambut Marvel menonjol,aku langsung mengenalinya.
''eh,vel masih sama Linda sekarang?''tanya salah seorang teman pria nya.

''Entah..gak tahu pasti,aku udah bosan''.nadanya sedikit tidak nyaman.

''jadi jomblo nih ceritanya?''

''ya gitu lah..tapi lagi nembak cewek lagi sekarang.itung-itungkan balas budi''

''hah?balas budi?si..siapa?''

''itu loh Ratna namanya,anak SMA Kartanegara.Hari pas aku kecelakaan dia yang nolongin kalau dia ngak ada mungkin aku udah tinggal nama.hahaha''

''Jadi gitu ceritanya,kukira kamu kok mau sama cewek kayak dia''

''Ya enggak la.''

Aku terduduk kaku dipinggiran koridor,semua firasatku benar,tapi semua anganku dusta.Aku bodoh,bodoh!kenapa sampai berpikir dia tulus menyukaiku,aku bahkan tidak berpikir sampai kepada Linda.Linda?bagaimana mungkin marvel menembakku disaat dia masih bersama Linda?
Benar sekali bahwa Marvel mempermainkanku.

''Ok,guys aku mau jemput si Ratna dulu ya''

Menyadari itu semua aku berlari tanpa henti,air mataku mulai berjatuhan.Aku merasa tertipu...aku merasa bodoh untuk pernah mengharapnya menjadi milikku,menyangka ia pernah punya perasaan padaku..dan penyesalan ini takkan pernah terhapus sampai kapanpun...

Ketika sampai di gerbang ternyata aku tak berhasil menghilang ia melihatku
''Ratna,kamu?kamu kok datang kesini?aku kan bilang mau jemput tadi?''tanyanya risau.

Aku terus berlari tanpa menghiraukannya..
Aku begitu malu pada diriku sendiri,bagaimana bisa pria yang selama bertahun-tahun aku nanti,ternyata bukan pria yang pantas dicintai..
Aku tak mengharap balasan budi darinya,aku hanya ingin ia mencintaiku secara tulus...
Terimakasih atas segalanya marvel...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar