ket:
# => prolog(bicara dlm hati)
'' => dialog scara lgsg
Tahun ajaran baru selalu saja menjadi momok bagi Alina.
Ya,sebut saja namanya Nina,gadis ini terlahir dengan cacat
fisik yang ia derita.Tangan kiri nya pendek dan sebaliknya tangan kanannya
lebih panjang dari sewajarnya.
Nina sangat malu,terlebih kepada anak-anak cowok di
sekolahnya yang kerap kali mengejek dan menyudutkannya.
Bukan salahnya kan??terlahir
demikian??
Namun mengapa ia terhina sedemikiannya.??
Di sekolahnya dulu Nina sudah memiliki beberapa teman yg
bisa menerima Nina apa adanya.
Namun..ayah Nina yang memiliki tugas berpindah-pindah daerah
membuatnya sering gelisah.
Memaksa ayahnya untuk pindah pekerjaan?apa itu
mungkin?terlebih ayah Nina galak dan tidak mau kalah.
Namun masih ada ibunya yang merupakan malaikat yang
''cling'' dimata Nina.Ia sangat menyayangi ibunya,semua masalah pasti
diceritakan Nina kepada ibunya.
Pagi hari ini sepertinya menjadi ajal bagi Nina karena ia
akan pindah ke sekolah baru.
''Yahh..aku takut''menarik-narik tgn ayahnya.
''Kamu!sudah SMA loh!harus berani tampil!biarkan aja orang
mau ngatain kamu apa nanti ayah marahin orangnya''ketus ayah Nina.
Yah meskipun galak bahwa sebenarnya ayah Nina sangat
menyayanginya.
''Ayah itu banyak orang kita lewat situ aja yah ayah''sambil
menunjuk.
''Ya sudah ayo kita cepat,entar keburu banyak
orang,ngantrinya susah''
Nama : Alina Sudiwati
Umur :16 tahun
Ayah Nina kemudian membantu menulis beberapa data keperluan
siswa baru.
''Uang pendaftarannya 300ribu,pak''
''Ini bu uangnya''
''Oh ya,terimakasih bapak''
Ibu itu terus memandangi tangan Nina sampai ke ambang pintu
keluar..
Sepertinya ada tatapan menghina yang terpancar dari ibu
pengelola tata usaha itu.
****
Tak lama kemudian Nina mencoba masuk ke kelas.
Akan tetapi,ia benar-benar takut tatapan orang-orang di
kelas terhadap dirinya.
#Duh..mendingan aku duduk di paling belakang...#
''Ih itu tangannya kog gitu ya??''bisik seseorang yang duduk
bersandar tepat di pinggiran dinding.
Nina memasukkan tangannya ke dalam tas,ia tak berani menatap
orang-orang keji yang menghinanya barusan.
Tiba-tiba seorang pria langsung meletakkan tas dan duduk di
samping Nina.
Ia Kaget bukan main!
****
#Siapa pria ini??kok mau ya dia duduk sama aku??#bisiknya
malu-malu dalam hati.
''Kenalin,aku Patra''mengulurkan tangan sembari tersenyum
tipis.
#Aduhh..gawat,gak mungkin aku keluarin tanganku dari saku
tas!dia bakalan tau dan langsung menjerit dan lari#
''Hei,boleh gak kenalan??''
''Bo,bo boleh..namaku Nina''
Patra mengembalikan tangannya yang sudah terulur tadi ke
saku celananya,dia sedikit kecewa karena berpikir Nina begitu sombong,tidak
menjabat tangan dari nya..
''Oh..kamu pindahan mana??''
''Surabaya''
''Jauh-jauh pindah kesini,kenapa??''
''Ia ayahku lagi tugas''
''Ohh..rumah kamu dimana??''
''Aa..aa..aku lupa alamatnya,soalnya baru pindah''nada nya
sedikit berbohong.
''Hmm..boleh minta nomor??''
''No,nomor??''
''Iya..nomor handphone mu..''
#Oh..benda kebencianku itu...#
''Aahh..tidak,ngak punya''
''AaRh??Masa sih gak punya?punya dong??''
''Ia ngak punya''jawab Nina singkat.
''Ya udah,ini no hp ku,kalau ada perlu apa-apa,nanyain tugas
pinjam aja handphone ayah kamu sms ke aku,hehehe''memberi secarik kertas.
''Ya,makasih''
''Ngomong-ngomong tanganmu terus-terusan dimasukin ke tas?
Ada barang
berharganya ya?''
''E..ngak..''
tOOOOOOot.t.t......
''ini bel istirahat ya?''tanya Nina
''ia,lho?kog gak tau??
''ya..beda sama bel di sekolahku dulu''
''OOhh..,mau keluar sama??kekantin yuk''
''AArrGhh ngak,ngak aku di dalem aja''
''mmff..ya deh..''
#Sebenarnya pengen,tapi malu banget..hiks....#
Dikelas rasanya sudah sepi,buru-buru nina mengangkat keluar
tangannya yang sudah melepuh di tas,sampai berkeringat.
#Oh iya,ibu membuatkan ku sarapan#
''kREekkk..''
''Nyam,nyam,nyam...hmmm''
Tiba-tiba Nina mendengar suara yang makin lama makin
terdengar jelas.
''woi,ada cewek cantik tadi pas gue lewat kantor TU''
''oh ya??''
''ia coba lu liat sendiri?!''
''ah..ntar lah tuh..gak penting-penting banget''
#Ternyata*Patra*sedang berbicara dengan temannya..#
''Hei,bosan amat di kelas,bisa juga kamu tahan ya?''tanya
Patra
''Uummhh...ngak kok''
''eh ada roti di dekat mulut kamu tuh''
''eh??mana??''mengusap-usap bibir
#AH....Aku lupa,aku ngeluarin tanganku.....AdUh..#
Nina cepat-cepat memasukkan kembali tangannya.
''hMmm..,eh guruny uda datang tuh,pasti kita mau keluar
lapangan untuk MOS''
#a..a..apa dia ngak lihat,atau pura-pura ngak
lihat?tuh..buktinya dia mengalihkan pembicaraan#
''Hah??MOS??ada ya??''
#aduuhhh bisa gawat nih,kalau pura-pura pingsan saat
diperiksa orang bakal tahu,mending aku nutupin tanganku pakai jaket#
''eh??dingin ya??kayaknya orang pada kepanasan kamu pakai
baju dingin?''
''aku sering ngerasa dingin..''
''oh ya?unik donk..''
.......
''ANAK-ANAK KAMI SEMUA DIHARAP TURUN KE LAPANGAN''
''ya bu...''jawab beberapa mulut dari siswa yang sibuk
berbondol-bondol dari tangga atas.
#aduhhhh bakal repot nih#
''kenapa??''
''enggak kog cuman gak suka masa-masa gini...tapi,tapi
kenapa??kenapa kamu mau temenan sama orang kayak aku?''
''huh?kenapa??apa yang salah dari kamu?''
''Oh ngak..''
#aku cuman ngetest dia uda tahu atau belum tentang keanehan
tangan aku,ternyata belum, jadi aku gak perlu beritahu#
MOS pun berhasil dilalui Nina meski ada beberapa kendala
yang mengharuskan tangannya ikut beraktifitas,tapi semua itu bisa disamarkan
karena jaketnya.Nina beruntung tak kelupaan membawa jaket penyelamatnya.
Semua murid X segera kembali ke kelasnya masing-masing,
Patra mengambil tasnya dari tempat duduknya dan meletakkan
langsung ke meja Nina,
''Nin,aku duduk sini ya?!''
''Ee..r.r..gak apa-apa tuh?''tanya Nina
''Kenapa?kamu gak suka ya aku duduk sini??''
''Bu,bu,bukan..,itu terserah kamu,kalau mau duduk disini
juga gak masalah''
''Haha!gitu donks,thanks''sambil menepuk bahu nina.
Nina tersipu-sipu,wajahnya memerah
Bak tomat matang.
''woi ,pat,,yahh..loe ni..mentang ada cewek loe pindah,gak
asyik loe!''
Jerit Riko teman sebangku Patra
''Hahaaha,gak apa-apa deh,lagian dia bukan cewek gue
kok''ceplos Patra tanpa menerawang perasaan Nina.
#Ah..bukan ya?hixs#keluh nina dalam hati,merasa kecewa atas
perkataan Patra barusan
#ya memang bukanlah..masa iya sih?aku mimpi kali ya#
Sesosok wanita imut berjalan membelakangi ibu guru berkaca
mata itu..ia tampak gugup sekali..
mata Nina tak hentinya memperhatikan gerak geriknya,dan
indah wajahnya
Yang memukau cowok satu kelas Tanpa sadar Nina melihat sinar
mata Patra mengarah pada cewek itu,menunjukkan beribu kekaguman tak
terlukiskan,Nina terjangkit rasa cemburu yang luar biasa,
#aku tak rela ia memandang wanita lain,dan aku tak rela
wanita itu sesempurna itu tanpa cela..
Kuanggap semuanya tak adil bagiku
''Nin,ppssshh cantik ya?''ucap Patra
Sambil tetap melihat ke wanita tadi
''biasa aja''jawab Nina dengan nada datar.Nada yang ngak
kelihatan menyakinkan.
Patra memandangi Nina dengan wajah serius.
Nina memandanginya lagi,lagi-lagi tak percaya bahwa dia
mesti mengalami rasa cemburu hingga berulang kali,dan rasanya wanita ini yang
paling membuatnya iri.Rambutnya hitam serta sehalus sutra dengan panjang
semampai
Kulitnya putih dan wajahnya imut sekali.
membuat Nina kembali berpikir ''Dimanakah Tuhan untuk
seorang Nina?''
Nina tak minta cantik,ia hanya ingin sebuah tubuh yang
lengkap,tanpa cacat lahir.Rasa sakit ini dihati yang bahkan tak punya obat.Obat
seperti Patra sekalipun telah musnah dilahap perempuan yang duduk didepan Nina.
****
Ibu berkacamata itu buka dasar dengan meminta beberapa orang
mencalonkan diri jadi ketua kelas,sekertaris,dan bendahara.
Seperti sudah jadi suratan takdir tiap sekolah maka yang dinilai
pertama kali menjadi ketua kelas adalah yang paling dikenal orang.Lantas saja
Patra,ia baru masuk saja sudah mengundang cerita anak-anak sekelasnya.
Dan seolah-olah juga suratan takdir jika seorang sekertaris
dicarikan yang ber''paras''
Bukan dengan ahli-ahli pada umumnya.
''Bendahara siapa??''
Tak seorang pun membuka diri
Semuanya diam menunduk,seakan-akan ada rasa bersalah atas
ketidaksanggupannya.
''hei kamu namamu siapa yang dipojok itu?''tanya ibu
berkacamata itu dengan mata bagaikan melayang-layang.
''Oh Nina buk,Alina , Nina''sorak sorai orang yang tahu
namanya memecahkan keheningan kelas.
''kamu aja ya nak ,yang jadi Bendahara''Mohon ibu itu.
#Ya ampun..kalau jadi bendahara mesti sering mondar mandir
nagih ke meja mereka ,pasti suatu hari ketahuan#Nina mulai berkeringat basah
,denyut jantungnya lebih cepat sekarang.
''Ayo Nina!''Nada ibu guru meninggi seakan-akan mengalahkan
ketinggian tugu monas
Ibu berkacamata itu menyuruhnya ke depan kelas,dengan Patra
dan wanita berambut sutra tadi tengah menunggu dengan sabar.
Nina sangat takut bentakan.Ia langsung terkejut dan refleks
bangkit yang lalu menunjukkan antusiasnya.Mau tak mau ia melangkah dengan masih
mengenakan jaket abu-abu tersebut.
''jaketmu bisa lepas?''pinta ibu itu
''ngak bu,jangan nanti dia kedinginan''jawab Patra cepat
seakan-akan melindungi Nina
Nina bernafas lega atas pembelaan Patra.
''Kenalkan diri kalian terlebih dahulu''pinta ibu guru
''Nama saya Patra Sanjaya''
''Saya Melly messyana ''
''Sa..ya Alina ..Sudiwa.ti''
Patra , Melly , Nina mereka terpilih secara begitu
kebetulan,seperti sinetron cinta segitiga yang sudah punya peran masing-masing.
****
toooootttttt..
Bel aneh itu kembali bersuara
Bagai air yang kepenuhan, Siswa siswi semua berhamburan
keluar
Ada yang
berpasangan,bertiga,bahkan membentuk geng 7-8 orang.
Mereka sudah mirip Boyband atau Girlband jika dirapatkan
demikian.
Sementara Nina berjalan keluar sendiri,matanya melirik
arloji dan sesekali memutar kepala dan matanya kekanan dan kekiri,ternyata ayah
Nina belum muncul juga.Tiba-tiba ia mendengar suatu bunyi kereta yang khas
dengan mereknya
''Nin,kamu gak dijemput ya?''tanya Patra
''Sebentar lagi''
''Mau ku antar?''
''Ngak ah..Ngak usah''
''Oke,aku duluan ya''
BReeeemMMM..bunyi kereta disertai asap itu melaju hanya
sekitar 5 meter kemudian berhenti,terlihat Patra menghampiri seorang gadis
cantik,setelah ngobrol ringan gadis itu naik sekejap saja sudah tak terlihat
dua sosok itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar